5 Tips Nyaman Menggunakan Desktop Unity di Ubuntu

5 Tips Nyaman Menggunakan Desktop Unity di Ubuntu

Unity merupakan shell interface desktop environment generasi baru yang dikenalkan pada pengguna distro Linux khususnya Ubuntu. Walau sejak kemunculan awalnya pada Ubuntu 11.04 banyak…

Unity merupakan shell interface desktop environment generasi baru yang dikenalkan pada pengguna distro Linux khususnya Ubuntu. Walau sejak kemunculan awalnya pada Ubuntu 11.04 banyak mengandung komentar kurang baik lantaran isu efisiensi dan stabilitas sistemnya. Namun menurut saya unity berkembang menjadi salah satu shell desktop yang nyaman jika Anda bisa memaksimalkan penggunaannya. Edisi kali ini kita akan membahas tentang tips agar nyaman menggunakan desktop Unity.

Kenali Komponen Unity

Desktop yang menggunakan Unity sebagai shell memiliki komponen-komponen yang harus kita kenali sebagai langkah adaptasi penggunanaanya. Dari banyaknya komponen desktop, mungkin cukup kita bahas saja beberapa yang paling penting yaitu panel, launcher, dan dash karena tiga hal itu yang pertama kali kita temukan pada desktop.

Unity Desktop

Unity Desktop

Panel

Panel merupakan bidang panjang yang berada di atas posisi desktop. Di sana terdapat global menu atau menu bar dan juga kumpulan applet terkait sistem dan aplikasi tertentu yang aktif. Dengan aplikasi tertentu kita dapat melakukan kostumisasi panel dengan mengatur transparansi dan applet yang ada. Menu yang ada pada panel tidak selalu nampak, menu nampak saat aplikasi atau suatu window aktif (maximized) dan saat kita mengarahkan pointer ke panel.

Launcher

Launcher merupakan salah satu hal penting pada unity yang terletak di sebelah kiri desktop. Launcher memiliki fungsi sebagai pembuka aplikasi tertentu sehingga dapat digunakan sebagai shortcut application tanpa harus membuka dash untuk menjalankannya. Launcher juga dapat bertindak sebagai visual indicator dari sebuah aplikasi yang berjalan.

Launcher Indicator

Launcher Indicator

Visual indicator tersebut diantaranya:

  • Solid triangle: menandakan aplikasi tersebut sedang aktif tapi tidak dalam kondisi fokus.
  • Double solid triangle: menandakan aplikasi tersebut sedang aktif dan dalam kondisi fokus (on top).
  • Open triangle: Menandakan aplikasi aktif tapi berada pada workspace yang berbeda.

Launcher dapat dimodifikasi dengan aplikasi tertentu seperti MyUnity atau Ubuntu Tweak.

Dash

Saya menganalogikan dash seperti Start menu yang ada di Microsoft Windows. Dengan mengakses dash, kita bisa mencari aplikasi atau file yang kita inginkan. Browsing aplikasi bisa cukup menguras waktu saat memanfaatkan dash, untuk itu kita bisa lebih menghemat waktu dengan mengetikkan nama aplikasi terkait yang kita inginkan. Jika kita lupa nama aplikasi sebenarnya, kita bisa mengetikkan nama yang menurut kita benar dan biarkan dash yang akan menampilkan beberapa pilihan aplikasi yang memungkinkan.

Dash Component

Dash Component

Dash dapat diakses melalui klik pada icon yang berlogo ubuntu atau dengan menekan tombol berlogo Windows pada keyboard (super key).

Manfaatkan Shortcut Key

Bagi yang suka menggunakan shortcut daripada navigasi pointer menggunakan mouse, unity menyediakan shortcut key untuk memudahkan kita dalam melakukan manajemen desktop seperti mengakses launcher, menutup window, berpindah workspace, dan banyak lagi.

Shortcut List

Shortcut List

Untuk mengetahui daftar shortcut yang ada pada unity, cukup tekan tombol Windows (super key) pada keyboard beberapa detik hingga muncul daftar shortcut key yang dapat kita gunakan.

Ganti Theme dan Wallpaper

Desktop yang nyaman bagi penggunanya tidak lepas dari elemen pemilihan theme dan wallpaper. Dua hal tersebut bisa menjadi pembangkit mood saat lelah bekerja di hadapan komputer. Mudahnya Anda bisa mengganti wallpaper dan theme melalui fitur appearance. Cukup klik kanan pada desktop background lalu pilih change desktop background.

Change Theme Wallpaper

Change Theme Wallpaper

Di sana kita bisa mengganti wallpaper atau theme standar yang ada pada sistem. Agar pilihan theme lebih banyak, kita bisa menggunakan aplikasi lain untuk menggantinya seperti MyUnity dengan menavigasikannya ke tab themes.

Myunity Theme

Myunity Theme

Tidak punya wallpaper yang menarik atau kurang matching dengan theme yang dipakai? Situs deviantart memiliki konten wallpaper yang keren dan tentu tak lupa di bisakomputer juga punya banyak pilihan.

Install Aplikasi Pendukung

Bagi pengguna yang tidak ingin repot-repot melakukan kostumisasi unity, solusinya adalah menggunakan aplikasi pendukung dari pihak ketiga. Misalkan Ubuntu Tweak, MyUnity, Compiz manager, dan lainnya. Selain untuk membantu dalam kostumisasi interface, juga dapat digunakan untuk optimalisasi sistem sehingga bisa membantu meningkatkan kinerja sistem. Simak edisi yang lalu tentang 5 aplikasi keren untuk kostumisasi unity di Ubuntu.

Update sistem secara rutin

Tidak ada sistem yang sempurna. Agar sistem kita selalu terjaga dan aman dari gangguan “bug” pada program tertentu maka jangan malas untuk melakukan update sistem. Semakin sering melakukan update semakin banyak kesalahan sistem yang diperbaiki sehingga sistem berjalan lebih baik, begitu juga dengan unity yang kita pakai. Update Manager selaku aplikasi yang bertugas untuk melakukan pengelolaan update dapat diakses dengan mengetikkan “update manager” melalui pencarian dash.

Update Manager

Update Manager

Tentukan mana saja yang diperlukan untuk update, lalu pilih install updates untuk melakukan download sekaligus pemasangan update. Cara lain yang juga mudah adalah menggunakan perintah terminal. Perintahnya adalah sebagai berikut:

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade

Penutup

Tak kenal maka tak sayang, itu juga berlaku pada setiap distro yang kita pakai. Maka mengenali desktop yang dipakai menjadikan kita lebih nyaman dalam memakainya. Tips di atas bukanlah tips paten, masih banyak cara yang bisa kita eksplorasi agar lebih nyaman dalam menggunakan Unity. Jangan pernah berhenti untuk mencoba dan semoga memberi manfaat.

Tag: , , ,

4 Comments

Leave Comment
  1. zaaldian says:

    tak kenal, maka tak sayang :D

    memang perlu pembiasaan untuk dapat dengan lancar menggunakan Ubuntu dan distro linux lainnya :)

    btw, kenapa ndak pake sudo apt-get dist-upgrade daripada pake sudo apt-get upgrade?? +

  2. Mustofa says:

    Saya lebih enak pake GNOME om. Tulis tips-tips menggunakan GNOME dong om!!

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.