6 Multipl­e Phone Web-based Application Framework untuk Developer Mobile Application

6 Multipl­e Phone Web-based Application Framework untuk Developer Mobile Application

Maraknya perkembangan dunia informasi terutama dibidang mobile information menjadi lahan yang sangat berpotensi bagi para developer mobile application untuk menciptakan apps yang bermutu dan…

Maraknya perkembangan dunia informasi terutama dibidang mobile information menjadi lahan yang sangat berpotensi bagi para developer mobile application untuk menciptakan apps yang bermutu dan berguna bagi user-end. Hingga banyak vendor berlomba menciptakan platform unggulannya seperti iOS, Android, Blackberry. Bukan suatu masalah baru apabila developer ingin aplikasinya cross-paltform. Berikut review dari 5 framework pilihan penulis dalam membantu developer mewujudkan cross-platform application.

Titanium Appcelerator

Framework open-source ini didirikan Desember 2008 lalu oleh Appcelerator Inc. Bahasa pemrograman yang didukung adalah Javascript, HTML, CSS, Ruby, dan PHP. Titanium menggunakan Native Language Development Support, dimana kode javascript di-interpret ke SDK yang kita pilih dalam projek aplikasi kita (dengan catatan SDK sudah terinstal, karena Titanium tetap akan melempar kode Javascript ke SDK yang dipakai). Penjelasan mengenai perbedaan antara aplikasi Native dengan mobile web app(HTML5) dapat disimak disini.

Appcelerator Titanium

Titanium juga mudah digunakan, bagi pengguna Eclipse maupun Aptana studio, tampilan GUI Titanium hampir sama dengan kedua IDE tersebut.Documentation yang cukup lengkap, rutin mengadakan conference mobile app(Codestrong.com), native language support, terdapat forum Ask and Question seperti layaknya Stackoverflow, merupakan salah satu kelebihan Titanium yang cocok untuk developing mobile apps. Hanya saja Titanium masih belum full-support untuk platform Blackberry.

PhoneGap

Hampir sama dengan Titanium, hanya saja PhoneGap tidak support Native Language, untuk membuatnya native support, PhoneGap harusmenggunakancore library -nya yakni Apache Cordova. PhoneGap berfokus pada Javascript, HTML, dan CSS saja.
PhoneGap
Kelebihan PhoneGap selain support Apple dan Android product, PhoneGapsupport Symbian, WebOS, Windows Phone, Bada, dan Blackberry. PhoneGap juga menggandeng Adobe, dan Apache dalam mengembangkan Frameworknya.PhoneGap memiliki documentation, wiki, forum untuk menunjang developer dalam membuat aplikasi mobile.

iUI-JS

iUI

Berbeda dengan PhoneGap maupun Titanium, iUI-JS menghasilkan web-app, bukan native app. iUS-JS adalah library javascript dimana kita bisa membuat mobile webapps khusus touch-device iPhone. Bagi yang tertarik untuk tidak hanya sekedar menggunakan framework free ini, bisa juga bergabung di project repository-nya di github maupun google code.

ApplicationCraft

ApplicationCraft

Drag and drop adalah kemudahan yang ditawarkan oleh ApplicationCraft. Framework buatan Freddy May ini menawarkan kemudahan dalam mendevelop aplikasi baik mobile maupun desktop tanpa menggunakan IDE. Framework ini berjalan di web browser anda. Kelebihan ApplicationCraft selain drag-and-drop juga support debugging, emulator. Bagi Anda yang ingin serius developing application menggunakan framework ini, ApplicationCraft menyediakan versi berbayarnya.

AppFurnace

AppFurnace

Framework ini memiliki keunikan tersendiri, AppFurnace memiliki keistimewaan dalam hal geolocation, sehingga Anda yang ingin merancang aplikasi check-in, patut mencoba AppFurnance. Sayangnya, untuk mempublikasikan aplikasi, Anda harus memilih versi berbayarnya, namun free-version sudah lebih dari cukup apabila Anda ingin prototyping desain maupun fungsi dari aplikasi rancangan Anda.

Sencha Touch

Sencha Touch

HTML5 mobile framework satu ini sudah menggunakan arsitektur MVC. Selain itu sencha juga Native language support, sama seperti Titanium. Karena Sencha Touch menggunakan HTML5, maka Sencha Touch juga Responsive terhadap device Touch screen. Untuk saat ini Sencha memfokuskan device targetnya untuk Apple, Android, dan Blackberry. Fitur yang disediakan ialah AJAX, DOM manipulation, geolocation, dan touch event. Sencha juga menyediakan grafik interaktif (interactive chart) apabila anda ingin menampilkan data kuantitatif dalam bentuk yang lebih menarik.

Penutup

Perlu diketahui bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna didunia ini, Framework-framework diatas walau menghasilkan app yang “build once, run everywhere” tetap tidak seoptimal app buatan native SDK asli. Hal apa yang tidak optimal? Jelas dalam hal load data. Framework diatas masih perlu men-interpret kode Javascript agar bisa diterima oleh native SDK, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan kita coding langsung pada native. Untuk hal prototyping atau membuat aplikasi yang tidak terlalu rumit, Framework diatas adalah pilihan yang tepat dan patut Anda coba. Semoga bermanfaat. :)

Tag: , , ,

5 Comments

Leave Comment
  1. Mustofa says:

    wah keren artikelnya, makin banyak aja teknologi yang dapat kita gunakan untuk bangun mobile apps. saya tertarik yang bagian titanium, kayaknya keren tuh :)

  2. Haqqi says:

    Wooow, tulisan evan ini keren juga.. lanjutkan!! :D

  3. Avianto Tiyo says:

    thanks atas artikel tutorial nya….sangat inspiratif dan menarik deh….

  4. gang says:

    mantap bro.. thankz

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.