Cara Membuat Dramatic Smokey Eyes

Cara Membuat Dramatic Smokey Eyes

Tutorial Information

ProgramAdobe Photoshop
VersionCreative Suite (CS)
DifficultyStandar
Estimated Time20 Menit
DownloadClick this link

Apabila sebelumnya kita sudah mengetahui rahasia mengaplikasikan eyeshadow pada mata menggunakan Photoshop, kali ini kita akan membongkar trik pengaplikasian riasan dramatic smokey eyes. Karena…

Apabila sebelumnya kita sudah mengetahui rahasia mengaplikasikan eyeshadow pada mata menggunakan Photoshop, kali ini kita akan membongkar trik pengaplikasian riasan dramatic smokey eyes. Karena efek riasannya berat (dan gelap) maka dramatic smokey eyes umumnya digunakan pada acara-acara tertentu di malam hari, seperti pesta resmi, clubbing atau bahkan pesta kostum bertema Gothic. Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan warna yang lebih terang dan soft pada style riasan ini memungkinkan untuk digunakan pada siang hari, tentu dengan tema acara yang lebih formal. Berikut tahap-tahapnya:

Buka file foto yang akan diedit di Adobe Photoshop. Klik kanan pada layer Background dan klik Duplicate Layer. Ingat, pastikan layer duplikat yang tadi sudah dibuat terpilih sehingga pengeditan tidak dilakukan pada layer Background. Rapikan alis pada layer duplikat, teknik merapikan alis bisa dibaca di sini (tahapan ini bisa dilewati apabila alis sudah rapi). Buat layer baru di atasnya dengan mengklik New Layer dan beri nama “Base 

Rapikan alis and New Layer

Rapikan alis and New Layer

Zoom in foto hingga fokus di area mata. Tahapan membuat efek smokey eyes yang dramatis adalah Blending, Opacity dan Blur. Proses pemberian warna akan melibatkan ketiga poin di atas dan akan dilakukan berulang-ulang sampai warna yang diinginkan tercapai. Smokey eyes terdiri dari tiga komponen warna, berikut cara pembentukannya:

  1. Base: warna dasar yang membentuk efek smokey di sekitar mata. Klik Brush Tool dan pilih jenis kuas Soft Round berukuran sedang. Warnai mata hingga membentuk mata kucing yang meruncing di ujung atas (lakukan di layer “Base”). Gunakan warna yang sedikit lebih terang dari warna gelap yang akan digunakan (abu-abu gelap, ungu, atau coklat). Ubah Blending  dari Normal menjadi Multiply, ubah Opacity menjadi 75% dan klik Filter > Blur > Gaussian Blur (geser parameter hingga ukuran blur menjadi sebesar 35 piksel). Gunakan Eraser berukuran sedang (Soft Round Brush) untuk menghapus warna yang terkena area bola mata.
    Base
  2. Dark: warna gelap yang seolah hasil smudge warna smokey (yang sudah dibuat sebelumnya). Klik Brush Tool dan pilih jenis kuas Soft Round berukuran cukup untuk mewarnai kelopak mata. Buat layer baru dan beri nama “Dark”. Warnai area kelopak mata dengan warna gelap yang diinginkan (hitam, ungu paling tua, atau coklat gelap), sedikit melebihi akan menghasilkan efek smudge yang lebih alami (asal tidak berlebihan). Ubah Blending dari Normal menjadi Multiply, ubah Opacity menjadi 75% dan klik Filter > Blur > Gaussian Blur (geser parameter hingga ukuran blur menjadi sebesar 35 piksel). Gunakan Eraser berukuran sedang (Soft Round Brush) untuk menghapus warna yang terkena area bola mata.
    Dark
  3. Highlight: warna yang berada tepat di bawah alis. Sama halnya seperti proses mengaplikasikan eyeshadow dengan alat kosmetik, diperlukan highlight supaya alis tetap stand out di saat kelopak mata menjadi pusat perhatian. Buat layer baru dan beri nama “Highlight”. Warnai sedikit area di bawah alis bagian ujung dengan warna tone kulit (emas atau cream) dengan menggunakan Brush Tool dan pilih jenis kuas Soft Round berukuran sedang. Ubah Blending menjadi Soft Light serta ubah Opacity menjadi 65%.

  4. Eyeliner: untuk mempertegas lingkar mata, mengingat warna yang diaplikasikan pada kelopak cukup gelap. Buat layer baru dan beri nama “Eyeliner”. Klik Brush Tool dan pilih jenis kuas Soft Round berukuran kecil, pastikan kuas bisa berperan seperti pensil saat diaplikasikan. Buat garis mengelilingi garis mata. Ubah Blending dari Normal menjadi Multiply, ubah Opacity menjadi 40% dan klik Filter > Blur > Gaussian Blur (geser parameter hingga ukuran blur menjadi sebesar 5 piksel). Gunakan Eraser berukuran sedang (Soft Round Brush) untuk menghapus warna yang terkena area bola mata.
    Eyeliner

Gunakan Smudge Tool untuk menambahkan warna di area-area yang terlewatkan/warnanya tidak muncul karena efek blur.

Smudge Tool

Terakhir, tekan Shift dan klik layer Base, Dark, Highlight dan Eyeliner lalu klik kanan dan klik Duplicate Layer. Maka akan muncul empat layer baru hasil duplikat keempat layer yang sudah diplih tadi. Jangan mengklik area foto ataupun layer manapun di tab Layer, segera klik Edit > Transform > Flip Horizontal. Klik Move Tool dan gunakan tanda panah di keyboard untuk menggeser layer ke sisi mata yang belum diwarnai. Gunakan Eraser dan Smudge Tool untuk menyesuaikan dengan bentuk mata yang lain apabila warna yang dihasilkan kurang pas (pastikan kuas berjenis Soft Round atau Airbrush Soft Round).

Duplicate and Flip drag

Tambahkan bulu mata palsu untuk mempercantik riasan smokey eyes yang sudah dibuat (tekniknya bisa dibaca di sini). Ketika hasil yang ditampilkan sudah sesuai dengan yang diinginkan, save as foto sebagai file .JPEG.

Hasil Akhir

Penutup

Pada beberapa foto mungkin diperlukan tingkat blur atau Opacity yang berbeda, mainkan saja kedua tool tersebut untuk mendapatkan efek smokey yang natural. Tidak perlu khawatir bila hasil masih kurang optimal, masih ada Eraser untuk merapikan warna dan Smudge Tool untuk meratakan warna. Pastikan keduanya menggunakan jenis kuas Soft Round atau Airbrush Soft Round. Tetap aplikasikan warna senatural mungkin meski melalui proses digital.  Selamat mencoba! :)

Tag: , , , , ,

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.