Mengenali Bagian Utama Editing Film Naratif Menggunakan Adobe Premiere

Mengenali Bagian Utama Editing Film Naratif Menggunakan Adobe Premiere

Pendahuluan Saat ini, produksi film dikalangan pelajar dan mahasiswa sudah menjadi suatu kelaziman. Hal ini dikarenakan perangkat produksi film sudah sangat gampang diakses dengan…

Pendahuluan

Saat ini, produksi film dikalangan pelajar dan mahasiswa sudah menjadi suatu kelaziman. Hal ini dikarenakan perangkat produksi film sudah sangat gampang diakses dengan harga yang relatif terjangkau. Hanya saja, jika melihat hasil dari film-film tersebut banyak yang belum memahami dasar-dasar teknik editing film naratif. Hampir sebagian besar film tersebut menempatkan proses editing sebagai tahap akhir dalam rangkaian pekerjaan pembuatan film. Editing belum menjadi bagian krusial dalam proses pembuatan film.

Tentu saja didalam mengedit film naratif berbeda dengan mengedit video dokumentasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengedit film cerita.  Hakikat dari editing film adalah keterhubungan. Penyambungan satu shot dengan shot yang lain mengakibatkan adanya hubungan tersebut. Dalam penghubungan ini terdapat dimensi dimensi yang perlu diperhatikan. Dimensi-dimensi tersebut adalah dimensi grafis, dimensi ritmis, dimensi spasial dan dimensi temporal. Lebih jauh tentang dimensi-dimensi tersebut akan dibahas dalam tulisan-tulisan selanjutnya.

Mengenali Bagian Adobe Premiere

Sebelum memulai semuanya, mari kita kenali satu persatu bagian yang terdapat dalam Adobe Premiere ini:

  1. Bin / Project Tab
    Berfungsi sebagai tempat penyimpanan clip / footage (data file digital video). Penyimpanan data-data video pada project tap atau bin ini sebaiknya memperhatikan pengelompokan file dalam folder. Semakin rapi pengelompokannya semakin mudah dalam proses editingnya. Ingat, bahwa mengedit film naratif adalah merangkai clip atau shot yang bisa jadi berjumlah ratusan.Disebelah project tab terdapat effect tab yang didalamnya terdapat berbagai macam efek audio maupun video.

    Tampilan Bin

  2. Effect Control
    Effect Control adalah untuk mengelola efek-efek yang dipergunakan sesuai dengan kebutuhan dan selera. Disinilah letak keunggulan Adobe Premiere karena efek-efek bisa dikelola secara manual, sehingga memungkinkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan.

    Tampilan Effect Control

  3. Source and Monitor
    Source and Monitor. Source monitor bisa dipergunakan untuk Trimming video (pemotongan video sesuai dengan kebutuhan). Sequence monitor dipergunakan untuk melihat hasil editing dari timeline (preview timeline).

    Tampilan Source Video

    Tampilan Monitor

  4. Toolbox
    Toolbox terdiri dari berbagai perangkat yang dipergunakan dalam proses editing. Masing-masing tool memiliki fungsinya dalam mengoperasikan timeline.

    Tampilan Toolbox

  5. Timeline
    Timeline adalah tempat untuk menata clip / footage sesuai dengan urutan yang diinginkan.  Disebut timeline karena perangkat ini bekerja dari kiri ke kanan berdasar urutan waktu. Sedangkan susunan vertikalnya terdiri dari track video dan track audio. Dalam Adobe Premiere, jumlah track bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan. Satuan kerjanya adalah SMPTE (Society of Motion Picture and Television Engineer) berdasarkan jam, menit, detik dan frame. Misalnya: 00:15:05:23 artinya posisi ada pada jam 0 : menit ke 15: detik ke 5: frame ke 23.

    Tampilan Timeline

 

Berbagai perangkat tersebut diatas, sudah sangat memadai untuk melakukan editing film naratif. Selamat mencoba!

Tag: , ,

8 Comments

Leave Comment
  1. titasya says:

    wah artikel yang sangat bermanfaat sekali ya. Kalo mau di edit jadi hitam putih gitu bisa gak ya? hehehe

  2. Putu Shinoda says:

    Artikel yang bagus :)
    Hm, bagaimana klo di artikel selanjutnya coba menguoas tentang aplikasi dg fungsi serupa, namun aplikasi open source? bs dijalankan di linux maupun windows.

    ada banyak.

    karena tidak semua orang mampu membeli lisensi asli dari adobe premiere, sedangkan solusi lain yg lebih hemat sudah ada banyak di inet, termasuk juga sistem operasinya.

  3. doni kus indarto says:

    @titasya: untuk membuat film menjadi hitam putih atau terkesan film tua, ada pada tulisan-tulisan selanjutnya. dikuntit aja mbak :)

    @Putu Shinoda: siap. terima kasih sarannya mas :) segera ditindak-lanjuti.

  4. Arickszone says:

    saya jg lagi menekuni adobe premiere…cm smpe skrg msh amatiran mnmbh effect utk videonnya…
    ditunggu lho artikel slnjtnya….:)

  5. risa says:

    kenapa dalam editing hasil tampilanya putus2? masalhnya dimana ya??

  6. terima kasih komentarnya teman-teman…maaf telat membalas.

    @Arickzone: siap. artikel selanjutnya sedang ditulis…hehehehe…dalam editing saya jarang sekali menggunakan effect yang bermacam-macam. Selain untuk kepentingan pewarnaan. Transisi pun saya lebih sering menggunakan cross dissolve dan cut to cut. karena terlalu banyak efek seringkali juga menghilangkan banyak kesan.

    @riza: masalah tampilan putus-putus bisa disebabkan oleh 2 hal. kemampuan VGA komputer tidak memadai. terutama jika memakai laptop karena VGA harus share. atau bisa juga disebabkan oleh ketidak telitian saat rendering. kemungkinan ada setting yang tidak pas.

    sekali lagi terima kasih atas perhatiannya :)

  7. MNUKWAR says:

    Hallo, terimakasih atas berbagai bahan bacaan yang sangat bermanfaat ini, kami di Papua Barat sangat kesulitan dengan pengembangan diri, karena buku saja susah di peroleh, semoga kami bisa belajar lebih jauh melalui situs ini….salam dari manokwari

  8. doni kus indarto says:

    Salam Manokwari…. :)
    komentar ini sangat menggugah semangat saya. ada beberapa artikel yang sudah saya buat, masih saya simpan belum saya kirimkan.
    Baik, untuk membantu teman-teman di Manokwari belajar tentang editing film, artikel-artikel saya selanjutnya segera saya kirimkan. terima kasih.

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.