Mengubah Repository Open Suse Menjadi Lokal

Mengubah Repository Open Suse Menjadi Lokal

Pendahuluan Linux dan FOSS semakin hari semakin mudah dan lengkap, sehingga siapapun akan makin aman dan nyaman untuk menggunakannya dalam setiap kegiatan berkomputer. Dalam…

Pendahuluan

Linux dan FOSS semakin hari semakin mudah dan lengkap, sehingga siapapun akan makin aman dan nyaman untuk menggunakannya dalam setiap kegiatan berkomputer. Dalam tulisan kali ini penulis akan membahas sebuah petunjuk sederhana, khususnya untuk Anda pengguna distro Linux Open Suse 12.1, untuk menggunakan repository secara lokal di server mirror di Indonesia, yaitu Kambing UI (http://kambing.ui.ac.id/).

Pertama, perlu dipahami dulu apa itu repository. Di dunia Linux dan FOSS Anda akan dihadapkan pada aplikasi berupa ekstensi .rpm, .deb, .BIN, bahkan paket yang harus dicompile misal .tar.gz. Setiap aplikasi ini relatif kecil ukurannya, namun perlu ketergantungan (dependencies) dengan paket lainnya. Misalkan Anda menginstal aplikasi X, maka bisa jadi aplikasi X itu memerlukan dependencies a,b,c,d, hingga z. Di sinilah peranan sebuah repository. Dengan repository, saat Anda menginstal sebuah aplikasi, sebut saja aplikasi X tadi, dengan otomatis sistem akan menandai semua ketergantungan yang diperlukan (sekaligus menginstalnya juga). Tentu amat simpel dan mudah dibandingkan Anda install manual bukan? Singkatnya, di dalam repository terkumpul ribuan paket, library, dan aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna untuk menginstall aplikasi yang diperlukan.

Repository bisa berupa server di internet (baik server utama maupun server mirror, yaitu server yang menjadi mirror alias cermin/backup server utama, sehingga pekerjaan server utama menjadi sedikit lebih ringan dalam melayani request pengguna), maupun secara offline menggunakan kepingan DVD repository (bahkan kini sudah ada dalam bentuk USB flashdisk dan harddisk external USB).

Kembali ke topik utama, artikel ini akan membahas bagaimana mengubah alamat repository default Open Suse 12.1 yang diset di server yang berada di luar negeri ke server lokal di Indonesia (http://kambing.ui.ac.id/). Apa manfaat yang diperoleh oleh pengguna dengan mengubah alamat ini?

  1. Relatif hemat bandwith. Bayangkan jika sudah ada file yang sama di Indonesia, namun anda masih mengakses ke server luar. Ibarat mencari barang yang sama dan sudah ada di dekat rumah Anda, namun Anda tetap mencarinya di tempat lain yang jauh, tentu boros bahan bakar, tenaga, dan uang bukan?
  2. Untuk yang terhubung dengan jaringan Inherent dari DIKTI, misal kasus penulis di jaringan ITB, Anda akan menikmati kecepatan yang sangat tinggi. Nanti akan dibahas tersendiri dalam sebuah artikel tentang hal ini, atau cobalah baca di Kompas Online (http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/08/20/dampak-jaringan-inherent-terhadap-pendidikan-di-indonesia-berbasis-foss-free-and-open-source-software-untuk-mewujudkan-igos-indonesia-go-open-source/) dan cek di Google untuk materi lebih lengkap lagi.
  3. Tentu saja, relatif lebih cepat

Mengubah Repository Open Suse Menjadi Lokal

Segera lakukan perubahan pada Software Management di bagian menu Repository. Cukup dengan membuka YAST di start menu, kemudian memilih bagian setting repository. Edit dan hilangkan centang di semua server repository yang ada, kemudian tambahkan 2 alamat server repository dari Kambing UI, untuk OSS dan non OSS berikut ini :

http://kambing.ui.ac.id/opensuse/distribution/openSUSE-current/repo/non-oss/

http://kambing.ui.ac.id/opensuse/distribution/openSUSE-current/repo/oss/

Berikan penamaan untuk servernya, misalkana kambing-oss dan kambing-non-oss. Jika sudah, klik Next, maka Open Suse akan segera memperbarui alamat repositorynya.

Gambar berikut menunjukkan hasil penggunaan repository lokal di jaringan ITB memanfaatkan fasilitas jaringan inherent ke server Kambing UI. Untuk instalasi perangkat lunak di Open Suse, anda dapat menggunakan YAST (cukup dengan memilih aplikasi yang diinginkan, centangi, dan install) atau bisa juga via terminal dengan perintah zypper install nama-aplikasi

Install Geany dengan Memanfaatkan Repository Lokal

Sebagai catatan, secara default, Open Suse mengikuti aturan untuk tidak menyertakan codec (hal yang sama untuk beberapa distro lainnya). Hal ini yang menyebabkan anda tidak dapat bisa memutar file multimedia secara langsung, misal MP3. Meski demikian, solusi untuk anda tetap ada. Gunakanlah Open Suse versi remastering, yang di dalamnya sudah disertakan kelengkapan codec, aplikasi, driver, lengkap dengan desktop menawan. Misal :

http://susestudio.com/a/haHwG8/opensuse-multimedia

http://pinguin.ittelkom.ac.id/mirror/iso/opensuse/openSUSE_Multimedia.i686-12.1.1.iso

Berikut tampilan Open Suse 12.1 di mesin penulis. Untuk pembuatan wallpapernya menggunakan GIMP akan dibahas tuntas di artikel terpisah :

Tampilan Open Suse 12.1 pada Desktop

Selamat menggunakan Linux Open Suse dan be legal dengan Linux dan FOSS apapun distro pilihan Anda.

Penutup

Dunia Linux dan FOSS dengan kemerdekaan perangkat lunak di dalamnya memberikan banyak nilai positif dibandingkan sekedar gratis saja. Dengan open source, Anda tidak terikat pada suatu vendor sehingga bebas menentukan pilihan, menggunakan dan memodifikasi sesuai keperluan. Linux dan FOSS dapat digunakan dengan baik oleh siapapun juga. Tidak harus menjadi seorang expert user untuk bisa menggunakan Linux dan FOSS. Seringlah menggunakannya, maka Anda akan terbiasa. Apalagi ditunjang dengan segala kemudahan, kelengkapan, murah, namun kualitas tidak murahan.

Tag: ,

1 Comment

Leave Comment
  1. muhibin says:

    nice gan. sangat membantu…

    1 pertanyaan saya, itu wallpapaernya dapet dari mana gan, boleh kali bagi bagi. hehehee

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.