[Review] New WordPress 3.5

[Review] New WordPress 3.5

Tutorial Information

ProgramWordpress
Version3.5
DifficultyPemula
Estimated Time20 menit

Pada tanggal 12-12-2012 kemarin, WordPress me-release versi terbarunya yaitu 3.5. Beberapa perubahan telah dilakukan pastinya. Baik dari penambahan fitur maupun perubahan tampilan. Pada artikel…

Pada tanggal 12-12-2012 kemarin, WordPress me-release versi terbarunya yaitu 3.5. Beberapa perubahan telah dilakukan pastinya. Baik dari penambahan fitur maupun perubahan tampilan. Pada artikel ini Saya akan me-review beberapa perubahan yang dilakukan WordPress pada versi terbarunya ini. Berikut adalah review dari beberapa perubahan tersebut.

New Media Manager

New Media Manager

New Media Manager

Pada WordPress versi 3.5 memiliki media manager baru. User interface telah diperbarui pada bagian ini. Selain tampilannya menjadi semakin lebar dan user friendly, ada satu fitur yang telah ditambahkan pada media manager. Fitur baru yang telah ditambahkan itu adalah Create Gallery. Dengan fitur baru ini, memudahkan user untuk membuat gallery foto dan kemudian mengaturnya.

Edit Gallery Foto

Edit Gallery Foto

Twenty Twelve

Twenty Twelve adalah theme baru yang juga diikutkan pada release Wordpress terbaru ini. Pada tema ini, telah disertakan fitur responsive yang membuatnya terlihat keren di piranti manapun. Fitur lain yang dimiliki adalah widget bawaan, tampilan font yang bisa diubah, dan banyak lagi.

Twenty Twelve

Twenty Twelve

Retina Ready

Dengan klaim retina ready ini, WordPress telah menyiapkan semuanya untuk support teknologi retina display. Retina display ini adalah sebuah tampilan layar di mana mata manusia tidak dapat melihat piksel-piksel dalam tampilan layar tersebut. Kualitas layar ini diklaim lebih bagus dibandingkan dengan high definition television (HD TV). Kualitas kejernihan layar retina display diklaim sangat baik, sangat jernih, sehingga retina mata kita tidak dapat melihat atau membedakan piksel dari layar tersebut.

New color picker

Pada versi ini, WordPress telah mengevaluasi semua workflowsnya yang berkenaan dengan accessibility pada touch devices. Contoh perbaikannya pada color picker. Sekarang pengguna touch device tidak akan mengalami kesulitan dalam hal pemilihan warna seperti yang terjadi pada versi sebelumnya. WordPress telah memperbaiki hal ini dengan cara mengubah user interface yang ada pada control color picker.

New Color Picker

New Color Picker

Code core

1. XML-RPC API

Sekarang XML-RPC akan selalu enabled pada wordpress versi 3.5. Sebelumnya kita bisa mengaktifkan fitur ini pada bagian Setting / Writing. XML-RPC ini adalah API wordpress yang bertujuan untuk data exchange dengan sistem yang ada diluar WordPress. Fitur ini mengizinkan sistem lain memanggil sebuah prosedur yang sudah disediakan core wordpress. Prosedur-prosedur itu seperti mengambil sejumlah post, memasukkan post baru, mengambil media item, dll. Kita dapat menemukan semua prosedur itu disini. Pada versi terbaru ini juga ada beberapa prosedur yang telah ditambahkan yaitu fetching users, editing profiles, managing post revisions dan searching posts.

2. Meta Query Additions

Sekarang penggunaan Meta Queries juga dapat dilakukan pada class WP_Comment_Query dan WP_User_Query. Sebelum ini penggunaan meta queries hanya bisa dilakukan pada class WP_Query. Contoh penggunaanya adalah sebagai berikut:

// Mengambil semua komentar yang ada pada post id 1 dan 2.
$query = new WP_Comment_Query;
$args=array(
  'meta_query' => array(
    array(
     'key' => 'post_id',
     'value' => array(1,2),
     'compare' => 'IN',
    )
  )
);
$query->query( $args );

3. Post Objects

Sekarang semua objek post merupakan instance dari class WP_Post. Hal ini dapat meningkatkan performa saat mengakses properti post. Dokumentasi class dapat dilihat pada link ini.

// @return WP_Post|null
get_post($post = null, $output = OBJECT, $filter = 'raw');

4. Image Editing API

Untuk editing dan manipulasi image, core wordpress mengakses secara langsung fungsi GD librari. Resizing, cropping dan scalling dapat dilakukan memakai fungsi GD. Tapi pada versi WordPress 3.5, terdapat sebuah class abstrak WP_Image_Editor untuk mengakses fungsi image editing. Core wordpress pun sekarang tidak langsung memanggil fungsi GD, tapi melalui class WP_Image_Editor_GD yang merupakan implementasi abstrak class WP_Image_Editor. Bahkan sekarang wordpress juga support dan secara default memakai image editing Imagemagick, melalui class WP_Image_Editor_Imagick. Kita pun dapat membuat class baru sebagai implementasi class WP_Image_Editor untuk menciptakan image editing kita sendiri.

Contoh penggunaannya tampak seperti ini:

add_filter("wp_image_editors",function($implementation){
/* Menurut skala prioritas. Penentuan juga tergantung dari mimi tipe image yang di support */
return array("WP_Image_Editor_Imagick","WP_Image_Editor_GD");
});

$image = wp_get_image_editor( 'cool_image.jpg' ); // Mengembalikan objek WP_Image_Editor
if ( ! is_wp_error( $image ) ) {
  $image->rotate( 90 );
  $image->resize( 300, 300, true );
  $image->save( 'new_image.jpg' );
}

5. Pustaka Eksternal

Ada penambahan javascript librari yang ditambahkan pada paket instalasi wordpress versi ini. Librari baru ini adalah Underscore dan Backbone. Selain itu juga javascript librari seperti TinyMCE, jQuery dan SimplePie telah di update kedalam versi terbarunya masing-masing.

Penutup

WordPress sebagai satu CMS yang paling banyak digunakan, WordPress akan terus dikembangkan. Terlihat dari versi ini, WordPress telah memperbaiki beberapa fitur untuk mobile devices seperti responsive theme, accessibility dll. Itulah beberapa penambahan dan perubahan fitur yang terjadi pada wordpress terbaru 3.5.

Tag: , , , , , ,

7 Comments

Leave Comment
  1. Jaka says:

    pada bagian Code core sama sekali tidak mengerti :D

  2. Pada blog q, telah q update versi terbaru dari WP yaitu 3.5 , tp pada saat q update tanpa melihat / cari tau reviewnya…n pd blog ini..jujur q baru tau…vitur2 terbarunya…,ok…ssupport u…!!! thanks….

  3. Penggunaan Underscore dan Backbone di sebelah mana mas?

    • Mustofa says:

      Underscore dan Backbone di wordpress cocok untuk buat single-page web application mas Rizqy Hidayat. Kalo pada core wordpress, dua librari ini dipake di Theme customizer dan New media manager.

Write Comment

Your email will not be published. The marked label is required.